Jumat, 03 Februari 2012

BDP BCA - Dinamika Kelompok

Kemarin, saya mengikuti tes dinamika kelompok, sering juga disebut FGD-Focus Group Discussion, masih dalam tahap seleksi BDP BCA. Artikel ini merupakan kelanjutan dari artikel BDP BCA psikotes & interview psikolog.

Saya dihubungi 3 hari sebelum tes dan mengkonfirmasi kedatangan untuk pindah tes di Jakarta, tepatnya di Gedung BCA Wisma Asia 1, Slipi. Berbeda dengan tahapan tes sebelumnya, kali ini saya merasa lebih siap karena sudah mencari bahan-bahan megenai tes ini, sudah mempersiapkan fisik, dan mengira-ngira kemungkinan apa saja yang akan dijadikan bahan diskusi kami selama tes nanti. Ternyata tidak seperti yang saya bayangkan.

Sesampainya di gedung BCA lantai 21,
saya disambut baik oleh resepsionis. Setelah touch up sejenak di kamar mandi, saya dengan peserta lainnya duduk menunggu giliran tes. Berbeda dengan apa yang saya bayangkan. Saya mengharapkan kondisi yang agak tenang dan saya bisa berkenalan dengan peserta lainnya. Kenapa berkenalan? Karena dengan berkenalan dapat mengakrabkan diri dengan peserta lainnya, sehingga ketika diskusi kelompok pun tidak akan canggung. Bayangkan saja, bagaimana dapat dengan mudah berdiskusi ketika kami saja belum mengenal satu sama lain?

Ternyata, kondisinya tidak seperti harapan saya. Kedua resepsionis yang berjaga membuat canggung untuk menyapa peserta lain, suasana pun sangat gaduh, entah karena ada peserta magang BCA, bakti BCA, atau apapun yang dilakukan di ruangan yang berdekatan dengan ruang tunggu kami. Ketika saya mencoba berkenalan dengan 5-6 orang di dekat tempat duduk saya pun, ternyata mereka menunggu interview bukan untuk tahapan BDP BCA, jadi sudah pasti mereka bukan teman diskusi saya nanti di dalam ruang FGD.

Karena saya datang terlalu pagi, yaitu jam 9.00 pagi dan jadwal FGD pukul 10.30 pagi, saya menyibukan diri dengan membaca majalah-majalah yang disediakan BCA di meja tamu. Sedikit berharap agar tema diskusi kami sudah saya baca di salah satu majalah tersebut.

Sampai kami dipanggil masuk ruang FGD, saya belum juga mengenal setidaknya salah satu dari anggota diskusi kami. Saya baru mengenalnya ketika setiap orang dari kami diminta untuk menuliskan nama panggilan masing-masing di setiap label nama yang diberikan.

Dengan berusaha terus tersenyum dan antusias terhadap kondisi di dalam ruangan, saya berusaha bersikap rileks. Sebenarnya, pemandangan Kota Jakarta dari lantai 21 salah satu gedung di Slipi tidak mampu menahan hasrat saya untuk menikmati view-nya. Kadang saya terlupa bahwa saya sedang dalam tahapan seleksi tes karena takjub jarang melihat pemandangan kota dari sudut ini.

Kali itu, saya dan kelompok mendapatkan tema diskusi dari koran Media Indonesia yang terbit pada hari yang sama, yaitu mengenai sarjana-sarjana muda yang diminta kesediaannya untuk menjadi relawan di daerah tertinggal, terpencil, dan terluar Indonesia. Permasalahannya adalah bagaimana menumbuhkan motivasi sarjana-sarjana muda agar bersedia untuk ditempatkan di daerah tersebut, apa saja kendala yang mungkin dihadapi mereka dan bagaimana solusi atas kendala tersebut.

Tanpa membuang waktu, langsung saja kami berembuk dalam 15 menit. Masing-masing dari kami berusaha aktif dan mengemukakan pendapat yang mungkin dapat menjadi solusi pemecahan masalah. Sampai akhirnya 15 menit itupun berakhir dan kami sepakat menunjuk Anthony-salah seorang rekan kami untuk mempresentasikan hasil diskusi kami.

Setelah presentasi selesai, kami masih dapat mengemukakan kembali solusi yang mungkin belum sempat diutarakan Anthony. Penguji lalu menyimpulkan hasil dari diskusi kami dan beralih ke games selanjutnya, yaitu mengerjakan puzzle.

Tidak seperti puzzle biasa, puzzle ini berbentuk benar-benar tepat persegi empat dan berisi tali yang terdiri dari 4 warna berbeda. Kami diminta untuk menyusun puzzle tersebut dengan kombinasi warna yang tepat dan kerangka puzzle 5 x 5. Sayangnya kami mengerjakan 2 x 10 menit pun tidak ada yang selesai dengan utuh.

Lalu, penguji melanjutkan dengan memberi informasi seputar BDP BCA yang akan kami tempuh jika kami lolos ke tahapan berikutnya. Melalui penjelasannya, BDP BCA memberikan pendidikan selama satu tahun bagi peserta tes yang lolos tahapan seleksi. Selama pendidikan, peserta dibekali berbagai ilmu dan kemampuan bidang finansial yang mumpuni, sehingga dapat bekerja profesional di bidang perbankan. Selama pendidikan, peserta mendapat fasilitas yang lebih dari cukup. Setiap peserta menempuh pendidikan selama 1 tahun dengan 3 kali ujian tulis dan 1 kali ujian lisan di akhir tahun pendidikan. Selama pendidikan, peserta tidak diperbolehkan menikah.

Setelah menyelesaikan pendidikan, peserta menjalani ikatan dinas selama minimal 2 tahun dengan penempatan di seluruh Indonesia, sesuai kebutuhan perusahaan. Jika peserta melanggar ketentuan tersebut, tentunya ada pinalty. BCA ingin memberikan yang terbaik bagi calon lulusan BDP.

Mereka juga menjelaskan, selama tidak ada pemberitahuan yang menyebutkan bahwa peserta tes BDP BCA gagal dalam tahap seleksi, maka setiap peserta masih dapat berharap untuk panggilan tes berikutnya.

Kemudian penjelasan singkat diakhiri, dan kami menunggu sejenak hingga pengumuman untuk tes selanjutnya keluar. Hanya ada 3 peserta yang lolos untuk interview HRD hari itu juga. Saya termasuk peserta yang tidak lolos, dan segera meninggalkan gedung untuk pulang ke rumah.

Berbagai analisis dari tahapan seleksi ini berkecamuk di pikiran saya, meskipun saya tidak terlalu berharap untuk bekerja di dunia perbankan, namun masih ada rasa tidak ikhlas karena tidak dapat interview HRD hari itu juga. Sejujurnya, saya juga telah mempersiapkan diri saya untuk interview HRD jika memang hari itu langsung ke tahapan selanjutnya.

Oke, apa saja yang sempat singgah di pikiran saya mengenai tahap seleksi BDP BCA akan saya tuliskan di artikel setelah ini. Terimakasih.

♥ ♡♥ ♡ nanamorina

6 komentar:

Maria Wildblood mengatakan...

Wah, makasih yaa untuk infonya, sukses untuk BDP-nya!

Lia Natalie mengatakan...

Naa, mau nyoba ikutan BDP ah nii,

nanamorina mengatakan...

Monggo...

juna mengatakan...

Dear nanamorina...

Gw interest ma crita lo di atas, bahkan gw jg pernah ngalaminnya waktu tes u/ Audit di Permata Bank..udah lulus psikotest, trus udah 2x interview..eh malah di anggurin aja gitu, kayak gw ga pernah ikut tes aja..hmm tapi ya sudahhlahh..
Btw skr gw jg lg proses Seleksi BDP BCA di Wisma Asia Slipi juga..
skr uda interview psikotest, kira" brpa lama ya dapat calling dari
BCA utk ke tahap dinamika kelompok? dari angkatan tes lo brpa orang
yang uda pendidikan?

nanamorina mengatakan...

Mas Juna, kita sebagai pencari kerja mau nggak mau harus ikutin aturan mereka ya walau ujung-ujungnya dianggurin, hihi, sabar aja, mungkin jalannya bukan di situ. Ada tempat kerja yang lebih baik yang nunggu Mas Juna :)
Kalau saya menunggu tahap dinamika kelompok dari psikotes butuh waktu hampir 2,5 bulan. Kebetulan saya tesnya pindah-pindah, awalnya dari kampus di Malang, lalu tes selanjutnya di Malang pusat, sampai dinamika kelompok pindah di Wisma Asia Slipi.
Sekarang belum ada panggilan untuk interview HRD, masih nunggu :)

mte bella mengatakan...

mbak mw tanya,,klo magang bakti bisa sama ga kasusnya? aku udah smpe intrview user,,tp smpe skrg blm ad pggilan, udh 2 mggu lebih sih,,ap msh ad hrpan lulus mbk??

Poskan Komentar

 
Copyright © Diary nanamorina | Theme by BloggerThemes & frostpress | Sponsored by BB Blogging