Jumat, 29 Juni 2012

Inovasi Penemuan Masa Kini

Ketika kecil dan belajar mengenai penemuan-penemuan di awal masa Revolusi Industri, imajinasi saya adalah membayangkan seorang James Watt menemukan Mesin Uap di semak-semak pohon, atau Thomas Alva Edison menemukan lampu di gudang sebuah bangunan yang tidak terpakai, atau seperti Wright bersaudara yang menemukan pesawat terbang di pinggir jurang. Lalu, karena mereka yang pertama kali menemukan alat-alat modern itulah, mereka mulai dikenal publik.

Ternyata imajinasi masa kecil saya salah, maklum...


Jadi, menurut Wikipedia, "Penemu adalah orang yang menciptakan penemuan baru, biasanya alat teknik seperti alat atau metode mekanis, elektronik, atau piranti lunak. Meskipun penemu bisa juga seorang ilmuwan, tapi biasanya penemu menemukan sesuatu berdasarkan berbagai pengetahuan dari ilmuwan lainnya, bereksperimen dengan penerapan praktis, dan kombinasi berbagai pengetahuan tersebut, serta dengan mengombinasi alat-alat yang ada, untuk menciptakan alat baru yang bermanfaat".

Lalu, untuk mendorong berbagai penemuan yang bermanfaat bagi orang banyak, dibuatlah hak paten. Artinya, penemu yang telah bersusah payah mengombinasi berbagai eksperimen dapat mematenkan penemuannya, sehingga kelak, jika digunakan orang lain, maka ada semacam 'royalti' dari pengguna untuk penemu tersebut.

Jadi, untuk apa saya menulis ini?

Begini, ketika saya menyadari pengertian itu salah, saya mulai berpikir, penemuan apa lagi yang bisa dibuat. Sepertinya kok alat-alat yang ada sekarang sudah memuaskan hasilnya. Apa berarti penemuan berhenti sampai di sini?

Mulai beranjak dewasa, saya paham, apa saja inovasi penemuan-penemuan masa kini.

Di dunia maya, secara umum kita bisa melihat Facebook, Twitter, Google, Yahoo, Youtube, dan Skype. Ketika SMP saya pernah bertanya-tanya, untuk Google dan Yahoo, bagaimana kita bisa mendaftar dan mengirim banyak e-mail dan browsing tanpa dikenai biaya? Benar, jawabannya adalah iklan.
Mereka mengundang jutaan pengguna untuk sign up secara gratis. Semakin pengguna merasakan manfaat e-mail dan browsing, semakin banyak pula penggunanya, sehingga meningkatkan traffic-nya. Traffic yang terus meningkat nantinya ditawarkan kepada calon pemasang iklan. Sehingga, sekian persen dari berjuta-juta pengguna mungkin tertarik mengetahui lebih lanjut iklan tersebut. Singkatnya, sama seperti menonton TV. Lalu, tidak jauh berbeda, munculah social networking seperti Facebook, Twitter, Youtube, dan Skype dengan manfaat yang jauh lebih besar bagi pengguna.

Tidak cukup hanya messaging dan social networking, munculah ide lain yang spesifik, seperti: kaskus yang menyediakan forum jual-beli, blog berbagai platform gratisan yang menyediakan sarana menyerupai website, online-shop, portal berita elektronik real-time, Wikipedia, jadwal tayang pemutaran film di bioskop, sarana pencetakan buku, transaksi perbankan melalui internet, pemesanan tiket pesawat secara online, sarana untuk download lagu, film, video,dan games, sarana untuk mencari lowongan pekerjaan, milis group, sarana untuk mengetahui kondisi lalu-lintas secara real-time, sarana untuk mengetahui peta lokasi, bahkan sarana untuk menitipkan barang kepada orang lain yang akan pergi dengan tujuan yang sama, sehingga ongkos kirim barang dapat lebih murah.

Semua itu bisa didapat dengan gratis hanya dengan memiliki akses internet.

Inovasi penemuan semakin berkembang di zaman modern. Apapun dapat diciptakan saat ini, meski mesin uap, telephone, telegraph, radiator, pesawat terbang dan alat-alat teknis lainnya sudah diciptakan ratusan tahun lalu.

Lalu, bagaimana di dunia nyata?

Pernah dengar J.K Rowling, Stephenie Meyer, dan Dan Brown? Mereka menciptakan buku dengan ide yang luar biasa. Membawa pembacanya dapat memasuki dunia khayal dalam buku dengan imajinasinya masing-masing. Lalu, tidak cukup sampai di situ, pernak-pernik originalnya pun banyak dijual yang menambah tebal kantong para penulis. Kantongnya pun membludak ketika buku tersebut siap dibuat film dan meledak menjadi box office di pasaran.

Di lain tempat, CEO Apple Inc., Steve Jobs, telah berhasil dengan berbagai inovasinya, seperti: MacBook, iPod, iPad, iPhone. Sosok visioner dan jenius dalam bisnis dan inovasi ini telah menciptakan wajah dunia yang modern bagi kita. Tentunya penemuan Jobs, tidak bisa dipandang remeh, karena ciptaanya telah membawa dunia ini ke piranti canggih yang memudahkan banyak orang melakukan pekerjaannya.

Secara sederhana, di Indonesia beberapa tahun yang lalu sempat heboh mengenai keripik pedas yang dijual pengusaha muda di kalangan remaja dan mahasiswa. Inovasinya terletak pada pemasarannya, karena informasi penjualannya melalui Twitter. Tidak hanya rasa dan pedasnya, cara memasarkannya pun terhitung unik. Dengan pangsa pasar remaja dan mahasiswa, rasanya seperti ada jargon 'belum gaul kalau belum pernah mencicipi keripik pedas ini'. Dengan peningkatan dan perkembangan penjualan, pemilik usaha keripik pedas tidak lagi hanya menjual keripik saja, namun mampu menyelenggarakan event, membuka seminar bagi industri kecil dan menengah, dan menerbitkan buletin. Meski dimulai dari usaha kecil-kecilan, namun usaha demikian juga dapat disebut penemuan masa kini.


Kalau sempat muncul inovasi tersebut setelah mesin uap, telephone, lampu dan perkakas lainnya telah diciptakan, artinya, kemungkinan untuk menciptakan inovasi di masa kini juga masih terbuka luas.

Jadi, jangan berhenti berinovasi, bereksperimen dan berusaha, karena dengan demikian kemungkinan untuk sukses dan berhasil pun semakin besar.

♥ ♡♥ ♡ nanamorina

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Copyright © Diary nanamorina | Theme by BloggerThemes & frostpress | Sponsored by BB Blogging