Kamis, 03 Januari 2013

Tekno Ekonomi #4. Pengeluaran Operasional. Desain Arsitektur IV.

Semoga tidak bosan ya meneruskan bacaan tentang Tekno Ekonomi ini. Saya akan lanjutkan untuk membahas pengeluaran operasional ya. Sudah kebayang kan kerangka cash-flow-nya? Semoga sudah dapat membayangkan kerangkanya ya..

Pengeluaran operasional? Jelas sudah paham yaa dari penjelasan-penjelasan di tulisan sebelumnya. Pengeluaran ini merupakan pengeluaran rutin untuk keberlangsungan hotel di dalamnya.

Gaji pegawai. Jelas. Apapun bentuk bangunannya, gaji pegawai pasti termasuk dalam hitungan. Apakah itu hotel, apartemen, kantor, mall, gedung pertunjukkan, pusat budaya, museum, bandara, stasiun, atau terminal. Hanya saja kebutuhan setiap bangunannya berbeda. Hotel membutuhkan petugas receptionist, car call, housekeeper, bell captain, petugas vallet parking, roomboy dan petugas yang lainnya yang berbeda dengan fungsi bangunan pada museum yang membutuhkan ahli budaya, kurator, guide, dan petugas lainnya. Berbeda kan ya kebutuhan pegawainya. Hmm, tidak perlu jauh-jauh, jika klasifikasi kamar hotel, lahan yang disewakan, ataupun kapasitas hotelnya berbeda, tentunya perhitungan rinci juga berbeda bukan?

Kenapa saya tekankan hal di atas? File excel tekno ekonomi saya di desain arsitektur IV yang lalu sudah pernah diminta adik tingkat saya di kampus. Namun, karena berpikir hanya angkanya yang perlu diganti, maka hasilnya pun akan didapat, mereka menganggap enteng dengan hanya mengganti angkanya. Mengisi baris-baris yang sudah saya isi dengan angka-angka pada fungsi bangunannya, lalu? Lalu perhitungannya menjadi kacau. Ketika dosen bertanya, tidak bisa menjawab. Kenapa? Karena yang dibutuhkan untuk membuat perhitungan tekno ekonomi adalah merinci dan menyusun kebutuhan biayanya. Bukan meng-copy paste. Saya tidak mempermasalahkan untuk di-copy, tapi saya tidak bertanggung jawab ya ketika perhitungan kacau, bukan untung yang didapat, dan malah dosen yang bertanya-tanya.

Sederhananya, tidak mungkin ada bangunan yang kebutuhan ruangnya identik sama. Di proyek saya, mungkin ada convention-hall, namun di bangunan dengan fungsi yang sama lainnya, justru convention-hall tidak ada, tapi yang ada malah ruang rapat, 3 kelas resto yang berbeda, dan dominasi tenant-tenant. Lalu, mau ditaruh dimana perhitungan tersebut? Karena itu, saya sarankan, luangkanlah sedikit waktu, lalu rincilah dengan jelas setiap bagian dari pengeluaran sekali, pengeluaran operasional, pemasukkan sekali, dan pengeluaran operasional dengan baik. Dari rincian ini saja, saya yakin kita sudah tahu harus diapakan rincian ini. Maka, perhitungannya akan lebih jelas dengan fungsi bangunan yang tepat. :)

Back to the topic ya, setelah gaji pegawai, ada biaya perawatan, yang meliputi perawatan bangunan dan landscape. Pernah tahu petugas yang dikatrol di bagian luar gedung untuk membersihkan kaca luar? Nah, itu salah satu contoh pekerjaan yang masuk ke dalam biaya perawatan gedung. Untuk perawatan landscape? Sudah dapat dibayangkan dong ya, pekerjaannya misalnya pemotongan rumput, penataan taman, pembersihan, dan penyiraman taman. Nilainya? Silakan di-browsing ya standar biayanya untuuk tahun-tahun tertentu dan lokasi tertentu.

Kemudian yang tak kalah pentingnya adalah biaya pengeluaran untuk listrik, air, telpon, dan inteernet. Silakan tambahkan pengeluaran untuk fungsi bangunan kalian ya.. Kebutuhan listrik, air, telpon, dan internet biasanya sudah ada patokannya. Misalnya saja, setiap orang dalam sekali mandi bisa menghabiskan sekian liter. Maka, bisa dibayangkan jika orangnya sekian banyak dan mandi sekali sekian hari. Begitu juga untuk listrik, telpon dan internet. Untuk biayanya, institusi yang menyediakan pastinya sudah menentukan biaya per satuannnya. Mudah sekali untuk mencarinya via googling lhoo..

Yang terakhir adalah outsourcing. Outsourcing adalah meng-sub-kan pekerjaan kepada pihak lain. Tak jarang tentunya ketika parkir di pusat perbelanjaan kita lihat logo "S*cure Parking". Nah, itu sebetulnya semua hal tentang per-parkiran di bawah tanggung jawab perusahaan yang bernama S*cure Parking tersebut. Outsourcing tidak hanya pada masalah parkir. Di obyek tugas saya terdahulu, yang di-outsourcing-kan, meliputi: cleaning service, messenger, dan driver. Biayanya? Tentu saja perusahaan-perusahaan outsourcing sudah banyak menawarkan harga bersaing melalui internet.

Pengeluaran operasional cukup sampai sini. Nanti kita lanjutkan dengan pemasukkan yang sifatnya sekali ya.

Notes: Artikel ini merupakan artikel yang diimpor dari blog saya yang lain http://nanamorina.wordpress.com/. Artikel diimpor karena pertimbangan beberapa alasan.

♥ ♡♥ ♡ nanamorina

1 komentar:

Mahesa mengatakan...

Bagus banget infonya buat junior-junior di arsitek nih, asiiiik!

Poskan Komentar

 
Copyright © Diary nanamorina | Theme by BloggerThemes & frostpress | Sponsored by BB Blogging