Senin, 19 Agustus 2013

Perbedaan Jalur ODP dan Recruitment pada Summarecon Agung Tbk.

Teman-teman jobseeker banyak yang bertanya tentang jalur ODP yang sedang saya jalani. Untuk lebih mudahnya, artikel ini akan menjelaskan perbedaan keduanya menurut pengalaman yang telah saya jalani. Kolom komentar di bawahnya juga dapat dijadikan media untuk membahasnya, ya...

Belakangan, banyak sekali perusahaan yang membuka jalur ODP atau Officer Development Program. Sesuai namanya, program ini adalah program pengembangan bagi officer. Yang dimaksud officer di sini adalah posisi staf, bukan supervisor, assistant manager, atau bahkan manager, karena fresh graduate masih membutuhkan banyak pengalaman pada posisi staf. Hal itu pulalah yang menyebabkan syarat ODP adalah mereka yang baru lulus, belum pernah bekerja, atau berada kurang dari usia sekian tahun.

ODP biasanya ditangani oleh tim recruitment khusus, karena jalur penerimaannya sedikit lebih rumit, yaitu melewati serangkaian tes. Tidak seperti jalur recruitment yang hanya membutuhkan interview HRD dan interview user. Di perusahaan perbankan biasanya ODP mensyaratkan tes TOEFL, aktif berbahasa Inggris (yang diindikasikan pada wawancara awal), melalui rangkaian psikotes satu hari penuh, lolos Focus Discussion Group, hingga interview user.

Mengapa jalur ODP lebih rumit?



Jawabannya antara lain, karena mereka dipersiapkan menjadi individu yang handal dan dianggap sebagai calon penerus dan pemimpin perusahaan. Development Program merupakan rangkaian program yang akan membawa karyawan meraih kariernya hingga posisi puncak. ODP Summarecon misalnya, menawarkan program tahun pertama menjadi staff, tahun kesekian mengikuti test untuk menjabat posisi supervisor (SDP), beberapa tahun kemudian mengikuti test untuk posisi assistant manager, manager, dan seterusnya. Dapat dikatakan, ada program yang membantu staf meraih posisi, sementara pada jalur recruitment tidak ada. Karyawan recruitment harus memotivasi dirinya dan bersusah payah agar dapat dipromosikan, sehingga meraih posisi yang lebih tinggi lagi.

Meski demikian, ada juga susah senangnya menjadi karyawan ODP. Mari kita bandingkan...

Menjadi karyawan ODP, di beberapa perusahaan, termasuk perusahaan saya masih dianggap karyawan magang selama 1 tahun. Karyawan belum dinggap karyawan tetap yang mendapat hak seperti karyawan recruitment. Misalnya, karyawan ODP belum menerima hak THR walaupun cuma THR proporsional selama satu tahun. Sementara, karyawan recruitment sudah mendapat THR proporsional jika telah bekerja lebih dari 3 bulan.

Mengenai bonus, karyawan ODP baru mendapat bonus perusahaan setelah satu tahun menjadi karyawan tetap. Artinya, membutuhkan 2 tahun setelah pertama kali bekerja, yaitu 1 tahun masa kerja ODP, dan 1 tahun dianggap karyawan tetap.

Mengenai gaji, saya tidak tahu perbandingan besaran gaji recruitment. Yang saya tahu, karyawan ODP mendapat gaji all-in pada slip gajinya. Sementara karyawan recruitment, slip gajinya di break down menjadi gaji pokok, uang makan, uang transport, dan tunjangan lainnya.

Kerugian untuk karyawan ODP, potongan pajaknya terlalu besar karena persenan pajak dari gaji all-in. Sementara, pada karyawan recruitment, potongan gajinya lebih kecil karena pajak hanya memotong dari gaji pokoknya saja. Tunjangan lainnya tetap utuh.

Keuntungan lainnya, jika karyawan ODP ijin sakit, tidak akan ada jatah cuti yang terpotong dan gaji yang diterima tetap utuh. Sementara, untuk karyawan recruitment, jika ijin sakit, maka tidak akan mendapatkan uang makan dan uang transport.

Mari kita bahas mengenai posisi.

Kebanyakan, karyawan ODP masih harus menjalani ujian, bahkan ketika telah bekerja. Saya harus menjalani ujian presentasi pertiga bulan selama satu tahun, yang isinya memaparkan pekerjaan apa saja yang telah saya jalani selama ini. Sementara, tidak bagi karyawan recruitment. Pertiga bulan itulah, karyawan ODP juga diputuskan posisinya di perusahaan, jadi ada rolling setiap tiga bulan. Bisa saja tiga bulan pertama saya ditempatkan di bagian planning for tender & for cons, kemudian tiga bulan kedua ditempatkan di planning pengembangan, tiga bulan berikutnya di planning prarencana, hingga tiba di rolling keempat.

Posisi yang tidak pasti, kadang menjadikan karyawan ODP tersisihkan. Misalnya, pembagian laptop/computer menjadi hal yang dipertanyakan, acara rutin divisi seperti arisan tidak dapat diikuti, dan lainnya. Saya mendapatkan pertanyaan yang sering dilontarkan, "Nanti, kalau sudah dipesankan laptop, lalu 3 bulan pindah ke unit lain, bagaimana?". Atau ketika ada arisan, kami hanya bisa diam saja, karena ketidakjelasan posisi kami, sehingga tidak bisa mengikuti arisan divisi.

Padahal, kondisi tersebut juga sebenarnya menguntungkan kami. Seorang teman saya, Sylvi yang juga senior ODP di divisi yang sama, pernah merasakan posisi Contract Admin yang jauh dari bidang desainnya. Baginya, posisi tersebut menambah pengetahuannya mengenai alur kerja produk yang sedang digarap di perusahaan kami. Ia sangat memahami proses tender, proses penunjukkan, pembuat SPK, dan lain-lain. Sementara, saya yang belum merasakan posisi tersebut hanya bisa gigit jari, karena tidak menguasai alur kerja.

Mengenai arisan divisi, saya malah menganggap hal tersebut menguntungkan. Setiap bulannya, mereka yang mendapatkan arisan akan mentraktir teman-teman satu divisi, termasuk karyawan ODP seperti saya. Jadi, tanpa perlu ikut arisan, saya juga ketiban rejeki traktiran pemenang arisan setiap bulannya. Hihihi...

Setelah satu tahun bekerja, karyawan ODP mendapatkan bonus yang besarnya ditentukan di awal tandatangan kontrak. Untuk saya, besarnya bisa 3x gaji. Bonus ini bukan bonus perusahaan, tapi bonus karyawan ODP yang diberikan setelah selesai masa kerja ODP. Sementara karyawan recruitment tidak mendapatkan jatah seperti ini.

Ada lagi, yaitu mengenai kejelasan status karyawan tetap. Untuk karyawan ODP, meski selama 1 tahun hanya dianggap karyawan magang, namun di bulan ketigabelas telah resmi menjadi karyawan tetap. Berbeda dengan karyawan recruitment yang selama setahun penuh hanya menjadi karyawan kontrak. Mungkin saja di bulan ketigabelas kontraknya diperpanjang lagi selama setahun ke depan, sehingga tidak ada kepastian kapan ditarik menjadi karyawan tetap.

***
Saya pernah mencoba untuk tes ODP di dua perusahaan perbankan terbesar di Indonesia. Kebanyakan dari mereka memang memberikan penawaran menggiurkan. Dari beberapa buku yang saya baca, tahun lalu karyawan ODP yang lolos malah sudah diganjar gaji pokok di atas kepala 5. Itupun belum termasuk tunjangan transport, uang makan, tempat tinggal, dan lain-lain. Apalagi jika telah naik jabatan, maka unit apartemen dan mobil mewah pun mudah didapatkan. Saya sih cuma dengar-dengar, mungkin teman-teman dari ODP Perbankan ada yang bisa berkomentar?

***
Mengenai jalur ODP dan recruitment pada perusahaan saya, saya akui masing-masing memiliki sisi baik dan buruknya. Secara singkat dapat saya tarik kesimpulan, bahwa mereka yang bergerak cepat dan mudah beradaptasi, pasti lebih cocok pada posisi ODP. Sementara mereka yang cepat berpuas diri dan ingin nyaman pada zona nyamannya, maka masuklah melalui jalur recruitment.

Perusahaan pasti telah memikirkan yang terbaik juga untuk karyawannya. Sukses selalu...

♥ ♡♥ ♡ nanamorina

3 komentar:

Anonim mengatakan...

Mba, odp summarecon ya? kalo boleh tau awal masuk kita ngapain2 aja ya? ada pinalti kalo keluar sebelum 1 thn? Trims mba :)

Khobar Santosa mengatakan...

Alhamdulillah, terima kasih Mba Morina atas sharenya... berkat tulisan ini akhirnya saya bisa diterima di summarecon kelapa gading as building inspector.

Timothy Joshua mengatakan...

Maaf mba.. apakah saya boleh tau nomor hp untuk saya tanya soal ODP?
Saya masih bingung jd keseluruhan proses 1taun atau 2-3 taun.. krn pihak summarecon mengatakan 2-3 taun.. jd dpt dikatakan mnjalani 2-3 taun br jd staff/officer biasa? Lalu kapan bs jd supervisor? Terima kasih

Poskan Komentar

 
Copyright © Diary nanamorina | Theme by BloggerThemes & frostpress | Sponsored by BB Blogging